Sejarah & Perkembangan GMIT Bethesda Tarus
Sejarah & Perkembangan GMIT Bethesda Tarus Tengah
Awal Perjalanan Jemaat
Sejarah GMIT Bethesda Tarus Tengah merupakan bagian dari perjalanan panjang pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di wilayah Tarus dan sekitarnya. Pada masa awal perkembangan pelayanan di wilayah ini, Tarus menjadi salah satu pos pelayanan yang melayani jemaat-jemaat yang tersebar di kawasan Oesapa, Lasiana, Manikin, Tarus, hingga Noelbaki.
Dalam perkembangannya, Pos Pelayanan Tarus kemudian terbagi menjadi beberapa wilayah pelayanan. Salah satu bagian dari perkembangan tersebut kemudian bertumbuh menjadi Jemaat Bethesda Tarus Tengah. Berdasarkan dokumen jemaat, Jemaat GMIT Bethesda Tarus Tengah berdiri pada 31 Oktober 1968. Sejak saat itu, perjalanan jemaat terus berkembang melalui pelayanan para guru Injil dan pendeta yang silih berganti melayani serta membangun kehidupan persekutuan jemaat.
Perjalanan Membangun Rumah Ibadah
Salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah GMIT Bethesda Tarus Tengah adalah pergumulan jemaat dalam membangun gedung kebaktian yang layak. Pembangunan dan renovasi gedung gereja menjadi bagian dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan seluruh jemaat.
Peletakan batu pertama pembangunan/renovasi gedung gereja tercatat dilakukan pada tahun 1992. Selama kurang lebih 18 tahun, jemaat bergumul dan bekerja bersama hingga akhirnya gedung gereja dapat diselesaikan dan ditahbiskan.
Gedung Gereja Bethesda Tarus Tengah kemudian ditahbiskan pada Jumat, 5 November 2010, dalam sebuah ibadah yang dipimpin oleh pimpinan Sinode GMIT. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan jemaat, sekaligus menjadi kesaksian tentang kuatnya persekutuan, semangat gotong royong, dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan jemaat.
Bertumbuh dalam Keberagaman
Dalam perjalanan pelayanannya, GMIT Bethesda Tarus Tengah berkembang menjadi sebuah persekutuan jemaat yang hidup dalam keberagaman. Anggota jemaat berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya, antara lain Timor, Alor, Rote, Flores, dan Jawa.
Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kekayaan kehidupan jemaat. Perbedaan latar belakang tidak dipandang sebagai penghalang, tetapi sebagai kesempatan untuk terus membangun persekutuan yang saling menerima, menghargai, menopang, dan bertumbuh dalam kasih Kristus.
Saat ini, wilayah pelayanan jemaat mencakup anggota yang tersebar di 21 rayon, yang berada di wilayah pemerintahan Kelurahan Tarus, Desa Mata Air, dan Desa Noelbaki. Kondisi ini menunjukkan luasnya jangkauan pelayanan dan dinamika kehidupan jemaat Bethesda Tarus Tengah.
Pelayanan yang Terus Berkembang
Perkembangan GMIT Bethesda Tarus Tengah tidak hanya terlihat dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam berbagai bidang pelayanan jemaat.
Dalam bidang diakonia, jemaat memiliki warisan pelayanan yang menekankan kepedulian terhadap sesama. Salah satu bentuknya adalah program diakonia beras jempitan dan diakonia uang kecil yang pernah dikembangkan oleh Pdt. Emeritus David Seran. Program tersebut kemudian dilanjutkan oleh Majelis Jemaat sebagai bagian dari perhatian gereja terhadap kebutuhan jemaat, termasuk dukungan bagi pendidikan.
Dalam bidang pendidikan anak, jemaat juga menunjukkan perhatian terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi muda. PAUD Bethesda pernah dibuka pada Juli 2013 dan berlangsung selama tiga tahun ajaran. Meskipun kemudian menghadapi kendala terkait fasilitas, semangat jemaat untuk terus mengembangkan pelayanan pendidikan kembali diwujudkan melalui upaya pendirian Pusat Pengembangan Anak (PPA) Bethesda.
Hal ini menjadi bagian dari kesadaran jemaat bahwa gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan ibadah, tetapi juga dipanggil untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan, keluarga, anak-anak, dan kehidupan sosial masyarakat.
Menjawab Tantangan Zaman
Seiring perkembangan teknologi informasi, GMIT Bethesda Tarus Tengah juga terus berupaya menghadirkan bentuk pelayanan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pada tahun 2023, dikembangkan sistem informasi jemaat berbasis web yang mencakup pengelolaan data jemaat sekaligus profil gereja. Pengembangan ini menjadi salah satu langkah menuju pelayanan informasi yang lebih efektif dan mudah diakses oleh jemaat.
Kini, kehadiran website resmi GMIT Bethesda Tarus Tengah menjadi bagian dari langkah tersebut. Website ini diharapkan menjadi ruang digital untuk memperkenalkan identitas dan sejarah gereja, menyampaikan informasi pelayanan dan kegiatan jemaat, mendokumentasikan karya pelayanan, serta memperluas jangkauan kesaksian gereja kepada masyarakat.
Terus Bertumbuh dan Menjadi Berkat
Perjalanan GMIT Bethesda Tarus Tengah sejak berdirinya pada 31 Oktober 1968 hingga saat ini merupakan perjalanan iman yang dibangun melalui doa, pelayanan, pengorbanan, persatuan, dan kerja bersama seluruh jemaat.
Dari sebuah komunitas pelayanan yang terus bertumbuh, Bethesda Tarus Tengah kini menjadi persekutuan jemaat yang memiliki jangkauan pelayanan luas, beragam dalam latar belakang, serta terus berusaha menjawab kebutuhan zaman melalui pelayanan di bidang kerohanian, diakonia, pendidikan, persekutuan, dan pemanfaatan teknologi.
Setiap tahap perjalanan tersebut menjadi kesaksian bahwa gereja adalah karya Tuhan yang dikerjakan bersama oleh umat-Nya.
Dengan semangat “Bertumbuh dalam Kristus, Menjadi Berkat,” GMIT Bethesda Tarus Tengah terus melangkah ke depan untuk menghadirkan pelayanan yang setia, relevan, dan berdampak bagi jemaat, masyarakat, serta generasi yang akan datang.
Kiranya Tuhan terus menyertai perjalanan GMIT Bethesda Tarus Tengah, dari generasi ke generasi, untuk tetap menjadi gereja yang hidup, bertumbuh, melayani, dan menjadi berkat.